Mari Kenalan dengan Pemenang Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) RISTEKDIKTI dari STAK Cilegon

Face

Orang jurusan kimia juga bisa berbisnis dan jadi wirausahawan, bahkan di usia muda, seperti yang dilakukan mahasiswa STAK Cilegon yang telah memenangkan dana hibah Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) RISTEKDIKTI tahun 2018. Sebanyak 2 tim berhasil menerima dana hibah ini melalui surat pengumuman RISTEKDIKTI no. 1775/B3.2/KM/2018. Tahun sebelumnya program ini masih bernama PKM-Kewirausahaan, sekarang diganti menjadi KBMI. Perbedaannya adalah jika dulu proposal yang diajukan adalah perencanaan bisnis yang belum dimulai, kali ini proposalnya harus dari pengembangan bisnis yang sudah berjalan.

Sering kita dengar bahwa jumlah pengusaha di Indonesia ini masih sangat sedikit, persentasenya masih kalah jauh dibandingkan negara-negara lain. Presiden Jokowi pernah berpesan, “Menurut World Bank, seharusnya tiap negara minimal punya 4% wirausahawan dari jumlah penduduk. Nah, Indonesia baru punya 3,3% pengusaha, Singapura sudah punya 7%, sementara Malaysia dan Thailand punya 4-5%. SDM usia produkif terus meningkat jumlahnya, sedangkan lapangan pekerjaan terbatas. Secara sadar sebenarnya banyak anak muda di Indonesia yang punya keinginan untuk jadi pengusaha, apalagi yang sering ikut training motivasi atau membaca buku-buku terkenal tentang motivasi berwirausaha. Sekarang mari kita lihat bisnis seperti apa yang sudah dijalankan mahasiswa STAK Cilegon.

 “Nyusu Geeh”

Namanya diambil dari nama produknya, dari segi bahasa kental dengan nuansa bahasa daerah Banten. Timnya adalah: Didin Jamaludin (Ketua Tim/Business Owner), Kurnia Indah Setyandani (Mgr. Keuangan), Dedeh Herna (Mgr. Produksi), Afif (Mgr. Pemasaran), dan Rojuyu (Mgr. Operasional). Bisnis ini berbasis kuliner, yang merupakan produk minuman sehat, segar, dan juga nikmat dengan berbagai varian rasa, diantaranya: oreo, vanilla, green tea, cokelat, taro, strawberry, dan thai tea. Produk “Nyusu Geeh” diminati masyarakat luas karena berbahan dasar susu sapi.

1

Susu sapi mengandung zat gizi berupa protein, asam amino, vitamin, dan asam lemak yang bermanfaat bagi metabolisme tubuh. Produksi “Nyusu Geeh” dilakukan dengan konsep home industry. Metode pemasaran melalu media sosial dan dalam kegiatan Car Free Day (CFD) yang berlangsung sekali dalam seminggu di kota Cilegon.

2

 

Rencana pengembangan bisnis selanjutnya yaitu produk ini dapat diproduksi dalam suatu tempat yang menetap dan dipasarkan ditempat tersebut, selain itu akan dilakukan penambahan varian rasa dengan menambahkan aneka kopi, karena minat masyarakat untuk meminum kopi semakin meningkat.

 

“Shine Clean” Sabun Cair Antibakteri Alami dan Aromaterapi

Produk pengembangan dari formula sabun yang mendapat dana hibah RISTEKDIKTI tahun 2015. Kita bisa sebut bisnis ini adalah “Sabun STAK 2.0” Timnya adalah Mujriyah (Ketua Tim), Tasya Ramanda (Mgr. Keuangan), Mochammad Jafar (Mgr. Produksi), Sabar Mulhakim (Mgr. Pemasaran), dan Ray Tiopan Panjaitan (Mgr. Operasional). Kategori bisnisnya adalah industri kreatif.

4

Penyakit infeksi dan parasit menjadi penyebab kematian tertinggi pada balita dan batita di Indonesia. Jenis penyakit tersebut adalah penyakit diare dan kudis. Penyakit diare disebabkan oleh infeksi bakteri Escerichia coli yang bersifat patogen. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar yang dilakukan oleh Kemenkes Badan Litbangkes pada tahun 2007, penyakit diare menjadi penyebab utama kematian bayi (31,4%) dan anak balita (25,2%). Diare dapat membunuh anak-anak karena diare sering menyebabkan dehidrasi tingkat berat (Riskesdas, 2010). Salah satu faktor yang menyebabkan bayi terinfeksi bakteri E. coli adalah kurangnya kebersihan botol tempat minum bayi.

Produk yang dikembangkan adalah produk sabun cuci piring yang mengandung senyawa antibakteri alami hasil ekstraksi dari kulit batang kesambi. Berdasarkan penelitian Uyun (2016) menyatakan bahwa ekstrak kulit batang kesambi yang diambil dari kota Cilegon mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Aromaterapi yang akan digunakan adalah minyak atsiri dari kulit jeruk nipis.

Motivator Ippho Santosa sering bilang buka bisnis itu gampang, menjalaninya yang sulit. Butuh ilmu dan perjuangan untuk benar-benar sukses. Berbagai penelitian menurut Forbes dan para ahli menunjukkan bahwa statistik kegagalan pengusaha pemula sekitar 50% sampai 90%. Angka ini membesar jika coba-coba sendiri (trial and error). Tetapi beda ceritanya kalau didampingi mentor dan dibarengi action yang cepat dan bisnis yang tepat. Semoga bisnis yang dimiliki mahasiswa STAK Cilegon dapat berkembang dan muncul pula mahasiswa-mahasiswa lain yang punya ide brilian dan semangat kuat untuk jadi entrepreneur muda Indonesia.

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *